Home » Sean Dyche Dicalonkan Jadi Pelatih Tottenham

Sean Dyche Dicalonkan Jadi Pelatih Tottenham

Tottenham terus menyusun upaya untuk bisa membantu mereka bangkit lebih tinggi di musim depan. Musim sekarang terbukti bukan musim terbaik yang bisa mereka harapkan. Keputusan untuk mengganti pelatih dan menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih sementara rupanya hanya membuktikan kekhawatiran penggemar mereka benar. Musim sekarang menjadi yang terburuk bagi mereka. Spurs sampai berada di titik nadir untuk tersingkir ke Championship kalau sampai akhir musim mereka gagal bangkit. Kecewa dengan si pelatih, direksi Spurs akhirnya bersedia untuk mendengarkan suara penggemar. Kandidat pelatih baru sedang dilirik untuk membangkitkan kembali tim ini di musim yang akan datang. Nama Sean Dyche kemudian muncul, yang di mata beberapa orang menjadi favorit kontestasi.

Mimpi Buruk Tottenham

Tottenham Hotspur belajar banyak dari kesalahan mereka di musim ini. Tottenham Hotspur yang sekarang memilih untuk memfokuskan diri merkea untuk proyek jangka panjang daripada harus hanya mengerahkan perhatian pada kemenangan di Liga Primer yang dianggap tak lebih dari sekadar proyek berdampak pendek.

Setelah mencapai terobosan dalam negosiasi mereka, mantan pelatih Brighton & Hove Albion yang sekarang melatih Marseille, Roberto de Zerbi, kabarnya semakin dekat untuk segera menjadi pelatih Tottenham Hotspur yang berikutnya. Kabar ini menjadi perkembangan yang cukup mengejutkan setelah sebelumnya pelatih ini dikabarkan menolak untuk meninggalkan timnya. Sepertinya penawaran signifikan dari Spurs membuatnya akhirnya mengambil langkah memutar. Tottenham diberitakan siap menawarkan kontrak selama 5 tahun untuk pelatih ini, dengan demikian sekaligus mengakhiri spekulasi tentang penunjukan Sean Dyche untuk pos yang sama. Hanya saja dalam pandangan kami, sebenarnya Spurs akan lebih baik kalau saja memilih nama yang terakhir.

Peluang Tottenham Jauh Lebih Baik dengan Sean Dyche

Roberto de Zerbi memang dikenal sebagai pelatih yang tak sungkan terlibat dalam risiko tinggi. Dia sering mengarahkan pemainnya menarik perhatian lwan mereka sebelum kemudian melakukan tekanan dengan bergerak cepat dari belakang. Sementara Sean Dyche adalah pelatih klasik yang pola bermain bertahan ekstrem. Di bawah arahannya, pemain hanya akan diberikan tugas yang sederhana dan jelas.

Dengan Tottenham yang sekarang hanya 1 poin di atas zona degradasi dan belum pernah menang sekalipun di EPL pada tahun ini, fokus Sean Dyche akan pada tingkat kerja dan disiplin mereka, jauh di atas filosofi bermain menyerang jangka panjang. Ketika kami mencoba memasukkan pertanyaan ini ke AI, jawaban yang kami peroleh juga serupa. Pola bermain dari alternatif Roberto de Zerbi ini akan secara signifikan meningkatkan daya tahan Tottenham Hotspur. Apalagi namanya sudah dikenal luas di Inggris sebagai salah satu pelatih terbaik yang bisa menyelamatkan suatu tim dari ancaman zona degradasi.

Sean Dyche Bisa Bangkitkan Tim dengan Cepat

Kekhawatiran lain yang bisa membayang-bayangi penunjukan Roberto de Zerbi adadlah tentang kemungkinan Tottenham butuh waktu untuk beradaptasi dengan gaya bermainnya. Risiko ini semakin besar karena mereka sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk bisa membiasakan diri dengan gaya bermain Thomas Frank sebelum akhirnya semua hasil belajar ini tak berguna. Thomas Frank akhirnya dipecat dari pelatih dan digantikan dengan Igor Tudor.

Beban jangka pendek dan manfaat dalam jangka panjang bisa saja akan mereka alami kalau akhirnya memilih de Zerbi. Tapi Spurs justru tak punya waktu untuk mengorbankan nasib mereka dalam jangka pendek. Kalau mereka gagal mengakhiri musim ini dengan baik, tim ini sudah dipastikan akan menjadi penghuni Championship untuk musim berikutnya. Tapi ada juga pengamat yang beraggapan kalau Sean Dyche hanya akan butuh beberapa hari sampai taktiknya benar-benar bisa memberikan dampak di Tottenham. Dia sudah membuktikan kemampuannya sebagai pelatih dengan menang 4 kali dan kalah hanya 1 kali dari 7 pertandingan pertamanya sebagai pelatih Nottingham Forest di musim ini. Pelatih kelahiran Inggris ini juga punya mentalitas kembali ke dasar. Mentalitas ini punya peluang untuk bisa membangkitkan performa mfereka dengan cepat dan mengurangi kesalahan pemain yang disebabkan rasa cemas mereka akibat terlalu sering kalah. Dua hal ini menjadi penentu nasib tim ini di akhir musim.

Tentang pemain Spurs, Richarlison mungkin belum akan bisa menjadi striker yang bisa diandalkan Roberto de Zerbi. Tapi pemain kelahiran Brasil ini bisa mengoptimalkan perannya di bawah Sean Dyche. Dia terkenal tangguh dalam bermain dan sangat agresif. Pemain Spurs ini sudah mencetak lebih banyak gol dari pemain lain di Spurs untuk msuim ini dan kemungkinan akan menjadi fokus utama bagi Spurs kalau memang mereka memilih alternatif de Zerbi tadi. Selain itu, bek mereka yang kebal dari serangan tekel, Cristian Romero, juga akan sangat nyaman bermain di bawah sang pelatih alternatif.

Hanya saja ada kekhawatiran kalau struktur bermain yang dia terapkan mungkin akan menghambat peran pemain Spurs yang lain. Dejan Kulusevski, Xavi Simmons, dan James Maddison yang dikenal berkat kreativitas mereka dalam bermain dan menyerang mungkin akan terdampak dari pemilihan ini. Kulusevski dan Maddison belum pernah bermain sedikitpun di musim ini karena cedera lutut. Sementara Simmons harus berjuang untuk bisa mendapatkan waktu di musim ini.

Penting diingat kalau rekam jejak Sean Dyche memang bukan tanpa cela. Burnley yang pernah dia latih tersingkir dari EPL di musim 2014/15 dan terulang di 2021/22. Tapi tim yang sama juga berhasil lolos ke kompetisi tingkat benua dalam periode yang sama. Meski demikian, pelatih berusia 54 tahun ini berhasil mempertahankan tiket Everton di EPL selama beberapa tahun. Ketika kami meminta jawaban dari AI, kami mendapatkan kalau memang Sean Dyche bukan pilihan yang paling menarik. Tapi untuk situasi yang mereka hadapi sekarang, pelatih ini bisa menjawab semua kebutuhan mendesak Spurs daripada kalau mereka harus memilih Roberto de Zerbi. Dia bisa menekan risiko dan bukan meningkatekannya. Dia bermain dengan semua pemain yang sudah dimiliki Spurs sekarang tanpa harus merombak mereka. Dalam pertarungan untuk bisa lepas dari zona degradasi, hal semacam ini menjadi sangat penting, untuk bisa bertahan dan bukan menang sebanyak mungkin.