Tim nasional Spanyol akan mengawali mimpi besar mereka di tahun ini di Piala Dunia 2026 pada tanggal 15 Juni 2026. Pada pertandingan perdana ini, mereka akan berhadapan dengan Cape Verde di Atlanta. Dengan selisih kemampuan yang sangat berbeda jauh, dukungan luas mengalir kepada timnas Spanyol. Pertandingan ini seharusnya bis amerkea menangkan dengan mudah, memberi jaminan bagi timnas negeri matador untuk bisa mengawali perjalanan mereka di kompetisi elite ini dengan mudah.
Harus Siap dengan Tantangan
Tapi Piala Dunia bukan kompetisi sembarangan. Bahkan untuk tim sekuat dan selegendaris Spanyol, mereka tetap harus berhadapan dengan kenyataan kalau Piala Dunia 2026 akan penuh dengan tantangan. Beberapa tantangan mungkin bisa mereka prediksi dan siapkan solusinya. Tapi ada banyak kejadian di masa lalu ketika tim nasional harus berhadapan dengan tantangan baru yang sama sekali tidak bisa mereka prediksi sebelumnya. Fenomena ini berlaku untuk semua negara secara merata dan telah terjadi sejak awal turnamen ini digelar.
Cuaca yang panas, tekanan, dan beba harapan yang ditempatkan di pundak mereka akan semakin menambah berat perjalanan yang harus ditempuh oleh negara ini. Bagi La Roja, nama populer mereka, Piala Dunia 2026 akan menjadi kesempatan untuk menempatkan kembali nama mereka sebagai daya mematikan di kancah dunia.
Peran Penting Ferran Torres
Pertandingan mereka berikutnya akan menjadi momen bagi semua pemain timnas Spanyol untuk membuktikan kemampuan mereka. Memang, dari segi peringkat, Spanyol dan Cape Verde adalah 2 negara yang menempati peringkat yang terpisah sangat jauh, mencapai puluhan. Tapi lawan yang mereka hadapi, serendah apapun peringkatnya menurut FIFA, bukan lawan yang layak untuk mereka pandang rendah. Ada banyak kejadian ketika tim-tim seperti ini justru menjadi underdog atau kuda hitam. Risiko bagi timnas Spanyol semakin bertambah besar ketika mereka disulitkan dengan persiapan pemain dan kondisi dari beberapa elemen kunci, seperti Lamine Yamal.
Beberapa penggemar dan publik mereka mulai mempertahanyakan kalau memang pemain remaja ini harus mereka turunkan dari awal. Risiko cedera menjadi hantu yang rutin membayangi tim ini. Sebagai gantinya, muncul tekanan untuk menggunakan pemain lain yang jauh lebih berpengalaman, tapi masih jarang mendapat sorotan: Ferran Torres. Kini, di saat timnas Spanyol sedang berusaha untuk bisa menghindari hasil yang buruk di momen awal kompetisi, peran pemain ini akan menjadi semakin penting.
Permainan Ferran Torres Bisa Menjadi Andalan
Dalam kontestasi sepakbola global, Spanyol bukan nama sembarangan. Mereka adalah sebuah negara yang diberkahi dengan pemain berkemampuan elite. Sistem pendidikan dan pelatihan pemain muda mereka memastikan selalu ada bakat baru yang siap untuk membantu tim ini dalam perjuangan mereka di tingkat global. Tapi semua kecerdasan, kemampuan teknis, dan pengalaman mereka menjuarai Euro 2024 yang lalu tidak bisa menjadi jaminan untuk Piala Dunia 2026. Pada faktanya, permainan mereka di Piala Dunia sejak terakhir menjadi juara di Afrika Selatan pada tahun 2010 yang lalu sudah jauh dari kata memuaskan.
Pertahanan yang mereka lakukan di Brasil pada tahun 2014 harus runtuh nyaris segera setelah bergabung dalma kejuaraan ini. Mereka waktu itu harus menanggung malu setelah kalah 1-5 dari Belanda. Kekalahan ini menjadi rekor buruk dalam sejarah mereka. Publik Spanyol harus melihat pemain mereka pulang jauh lebih awal dari perkiraan. Kalah dari Belanda dengan skor memalukan ini membuat mereka langsung tersingkir ketika kompetisi baru saja memasuki fase penyisihan grup. Satu kemenangan menjadi satu-satunya kado penghibur yang bisa mereka berikan untuk publik Spanyol waktu itu.
Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar menyisakan kisah yang lebih baik. Tapi dua kompetisi ini hanya bisa mereka selesaikan dengan menjadi peserta di babak 16 besar. Yang paling membuat publik kecewa adalah keduanya hanya bisa mereka dapatkan lewat babak adu penalti, bukan lewat kemenangan di jalur waktu reguler. Yang pertama mereka dapatkan ketika unggul dari tuan rumah, Rusia. Sementara yang kedua mereka dapatkan ketika bertanding dengan Maroko. Yang kedua ini menjadi pertanyaan serius penggemar karena dengan perbedaan peringkat yang jauh, seharusnya timnas matador bisa mengakhiri pertandingan ini lebih awal.
Mereka mungkin sekarang masih menjadi salah satu favoir tuntuk menang. Tapi fakta di lapangan menunjukkan kalau timnas Spanyol belum pernah menang sekalipun di tahap gugur dalam 16 tahun terakhir. Kabar ini langsung menyeruak dan mungkin bisa menjelaskan alasan De La Fuentes ingin mengelola pemainnya dan beban mereka dengan lebih baik. Fakta menyedihkan ini mungkin bisa menjelaskan alasannya ingin menghindari risiko yang tidak perlu.
Kemunculan Lmaine Yamal telah menjadi salah satu perkembangan yang paling signifikan dalam dunia sepakbola dalam waktu yang cukup lama. Tapi persiapan yang dilakukan timnas Spanyol telah dibayang-bayangi oleh cedera hamstring yang dialami pemain ini. Cedera ini sampai membuatnya harus absen dalam upaya Barcelona untuk mengamankan tempat mereka di puncak podium.
De La Fuente, pelatih tim nasional Spanyol, baru-baru ini mengaku kalau mereka khawatir pemain berusia 18 tahun ini akan terpaksa absen dalam turnamen ini dari awal sampai akhir. Dia menjelaskan kalau diagnosis awal dari tim medis menyebut kalau cedera yang dialami Lamine Yamal bisa saja berkembang menjadi jauh lebih parah. Kalau benar terjadi, mereka akan butuh waktu paling tidak 6 minggu untuk mengembalikannya ke kondisi semula.
Sebaliknya, Lamine Yamal membuktikan alasan di balik reputasinya. Dia kembali ke tengah lapangan lebih cepat dari seharusnya. Tapi sampai sekarang dia belum diberikan kesempatan tampil. Kini, timnas Spanyol harus memutuskan kalau mereka akan memberikan kesempatan di laga perdana ini kepadanya atau menahannya istirahat sementara waktu. Dengan Nico Williams yang juga sedang berjuang untuk bisa kembali prima, posisi gelandang menjadi masalah baru yang tak mereka perkirakan akan terjadi di awal-awal kompetisi. Disini, peran Ferran Torres akan menjadi sangat menentukan.
Kalau melihat perjalanan karirnya, Ferran Torres bukan nama yang paling menawan di timnas Spanyol. Pengalamannya di Manchester City tetap tak bisa dilepaskan publik dari anggapan bermain tidak konsisten. Sementara di Barcelona, dia sering terkena rotasi, berakibat pada kesempatan bermainnya yang terbatas hanya di 23 pertndingan di musim yang lewat. Tapi bagi timnas Spanyol, perannya jauh luar biasa.
Ferran Torres telah menyumbang 24 gol bagi mereka dengan 8 asist dalam 57 pertandingan. Gol ini sudah termasuk dengan 2 gol dalam 4 pertandingan di Piala Dunia 2022 di Qatar. Statistik ini menempatkannya dalam 10 pencetak gol terbanyak dalam sejarah negara ini meski bukan berstatus sebagai striker. Hasil yang diberikannya juga sangat konsisten, didukung kelincahannya dalam bermain. Dia bermain bermain dengan leluasa dari posisi kiri, kanan, atau tengah, menjadikannya aset yang berharga dalam skuad mereka.