Home » Amorim Tantang Pemain Manchester United untuk Bermain Tenang

Amorim Tantang Pemain Manchester United untuk Bermain Tenang

Manchester United sedang mendapat perhatian dan tekanan besar dari penggemar mereka. Menjelang pergantian tahun, tim ini masih belum bisa bermain dengan konsisten sambil menghadirkan hasil yang optimal. Dari sudut pandang Ruben Amorim, pelatih Setan Merah ini beranggaan kalau kemungkinan salah satu faktor yang berperan dalam hasil buruk ini adalah perilaku para pemainnya. Dari kursi pelatih, dia meminta para pemainnya, khususnya bagi mereka yang bertugas di pos belakang untuk segera memperbaiki gaya bermain mereka menjadi lebih tenang.

Permintaan kepada Pemain Manchester United

Pelatih kepala yang menjalankan tugas di Manchester United, Ruben Amorim, punya kekhawatiran tentang salah satu pemain mereka. Dari beberapa pertandingan yang mereka jalani, pelatih asal Portugal ini cukup khawatir dengan gaya bermain yang ditunjukkan pemain beknya, Patrick Dorgu. Dalam kacamatanya, pemain bek Setan Merah ini dianggap masih terus berjuang dengan tekanan untuk bermain bagi klub asal Old Trafford ini.

Dorgu sebenarnya masih tergolong pemain baru di tengah-tengah mereka. Old Trafford mendatangkannya di bulan Januari tahun ini dari Lecce. Total 25 juta poundsterling harus mereka keluarkan dari kantong klub untuk memberikannya ruang bermain di tengah-tengah mereka. Tapi kepercayaan besar yang mereka kepadanya masih berada dalam penantian. Pemain baru ini masih terus berusaha untuk bisa bermain dengan penuh percaya diri. Tekanan dari publik untuk melihatnya bermain dengan produktivitas gol yang tinggi membuatnay kurang nyaman untuk bermain di tengah-tengah mereka. Akibatnya, gaya bermainnya bagi beberapa orang terlihat cukup kaku sehingga tidak bisa memberikan hasil sebaik yang mereka harapkan.

Perjalanan Dorgu bersama Manchester United

Patrick Dorgu sebenarnya sudah diberikan kesempatan yang cukup banyak. Ruben Amorim sudah menugaskannya dalam 32 pertandingan di semua kompetisi merkea di musim ini. Awal perjalanannya di bulan pertama tahun ini membuatnya sudah langsung mendapatkan pertandingan daam jumlah yang cukup tinggi. Apalagi ada 23 pertandingan yang langsung diberikan kepadanya di kompetisi tingkat tinggi di sepakbola Inggris.

Pemain ini sebagian besar diberikan tugas untuk mengisi bagian atau pos bek sayap. Dari catatan bermainnya yang kami pelajari, peamin ini telah menjalani 11 dari total 12 pertandingan papan tas yang mereka jalani di musim ini. Pertandingan terakhir dalam konteks ini yang dia jalani adalah di hari Senin yang lalu. Sayangnya, pertandingan terakhir ini tidak berjalan dengan cukup mulus baginya. Di tengah harapan besar dari penggemar untuk melihatnya bersinar, dia harus menyaksikan sendiri Setan Merah kembali menelan kekalahan. Meski harus bermain melawan 10 orang dair sisi Everton, mereka tidak berhasil mencetak satu gol pun dalam pertandingan ini. Akibatnya, di akhir pertandingan, wasit harus menyatakan kekalahan mereka dengan skor tipis 0-1. Penggemar mereka yang hadir di pertandingan kandang ini harus menyaksikan tim mereka kalah kembali.

Menjelang pertandingan mereka berikutnya melawan Crystal Palace, Ruben Amorim memberikan petunjuk tambahan. Kepada Patrick Dorgu, pelatih Setan Merah ini menekankan kalau pemain berusia 21 tahun ini masih harus berurusan dengan masalah klasik yang telah menjadi permasalahannya selama ini. Dari sudut pandangnya sebagai pelatih., Dorgu dianggap masih sering cemas ketika harus berhadapan dengan bola.

Kekhawatiran Ruben Amorim tentang Dorgu

Pria yang ditugaskan melatih Manchester United ini membandingkan gaya Patrick Dorgu dalam menggiring bola dan kepercayaan dirinya dalam bermain sebagai bagian dari mereka dengan timnas Denmark. Ia berujar kalau dalam kacamatanya, dia melihat Patrick Dorgu sebagai seorang pemain yang bisa mencetak gol yang luar biasa. Tapi yang dia sesali adalah momen seperti ini justru lebih mungkin terjadi ketika pemainnya ini bertanding bersama para pemain di tim nasional Denmark tempatnya berasal. Menurutnya, keputusan yang dibuatnay dib awah tekanan sama sekali berbeda dengan keputusan yang dibuat oleh pemain yang sama ketika harus bermain bersama mereka. Pelatih ini juga mengatakan kalau untuk bisa bermain dengan lebih baik, Dorgu harus bisa bermain dengan lebih tenang. Bukan hanya dirinya, Amorim juga mengklaim kalau semua orang bisa melihat dengan jela perasaan cemas ini setiap kali Patrick Dorgu menyentuh bola, gayanya bermain dengan rasa cemas.

Ucapan yang disampaikan Ruben Amorim tentang pemainnya ini disebutsebut memiliki kaitan dengan gol yang diciptakannya bersama timnas Denmark. Yang paling menaruh perhatian adalah ketika dia berhasil mencetak gol saat mereka melawan timnas Skotlandia. Padahal mereka waktu itu harus bermain dengan 1 orang pemain lebih sedikit di bulan November yang lalu. Pada pertandingan ini, dia berhasil mencetak gol dengan kelihaian yang handal setelah membuka diri untuk bermain dalam pertandingan ini. Seharusnya dalam pandangan pengamat, kemampuan mencetak gol seperti ini merupakan bukti jelas kompetensinya untuk bisa mencetak gol meski harus dihadapkan dengan situasi yang penuh tekanan. Meski demikian, pelatih dari tim yang sama ini berkeyakinan kalau situasi yang mereka hadapi justru jauh dari yang terjadi di timnas Denmark, khususnya sejak bergabung dengan mereka di Liga Primer.

Dengan situasi berkembang ke arah yang seperti ini, kepergiannya dengan hanya periode 1 tahun setelah bergabung dengan mereka sepertinya masih terbuka dengan cukup lebar. Pengalaman yang masih belum berkembang dengan sempurna serta usianya yang masih muda membuka peluang bagi pemain ini untuk terus berkembang meski memang bukan di Old Trafford.

Musim ini menandai musim ketiga pemain asal Denmark ini untuk berlaga di kompetisi sepakbola papan atas. Sebelumnya dia pernah menuai pengalaman serupa ketika masih bergabung di Lecce pada 2 musim yang lalu. Tapi bahkan sejak di klub lamanya ini, dia terus masih berhadapan dengan pola bermain yang tidak konsisten. Sementara dari sudut pandang tim., meski pemain bek kannan ini masih menyita perhatian dari mereka, bagian gelandang akan masih menjadi prioritas bagi tim ini untuk segera mereka tangani di musim dingin atau panas untuk tahun depan. Meski demikian, penyegaran secara khusus di bagian gelandang kemungkinan besar akan terjadi di musiom panas pada tahun depan. Seandainya saja pola rekrutmen seperti ini yang akan diterapkan oleh Setan Merah, kemungkinan akna ada bagian lain yang akan diincar oleh Ruben Amorim di musim dingin. Kalaupun tidak, mereka akan lebih memilih untuk menunggu dan baru akan bergerak di musim panas.