Liverpool terus bergerak dengan membawa harapan besar untuk segera berbenah. Musim 2025/26 menunjukkan kalau klub ini ternyata tidak sekuat yang mereka harapkan. Ada banyak kesalahan fatal yang terjadi mulai dari mempertahankan Arne Slot meski banyak melakukan kesalahan, sampai mengeluarkan terlalu banyak uang untuk mendatangkan banyak pemain sekaligus, mengeliminasi waktu untuk beradaptasi. Di musim panas sekarang, The Reds mencoba memperbaiki semua masalah mereka satu demi satu. Setelah memecat Arne Slot dan menggantikannya dengan Andoni Iraola, sekarang mereka bergegas memperbaiki kesalahan yang lain dengan menargetkan pemain yang benar-benar bisa membantu tim ini untuk bangkit. Awalnya mereka berusaha untuk menarik Yan Diomande agar bergabung. Tapi masuknya Paris Saint-Germain membuat peluang mereka untuk memberikan kontrak langsung berkurang signifikan. Tak mau kehilangan momen, Iraola mencoba mencari pemain alternatif.
Liverpool Setelah Gagal dengan Yan Diomande
Liverpool harus mencari cara untuk mengatasi masalah baru mereka di musim panas. The Reds sempat menaruh harapan besar kepada Yan Diomande. Mereka berharap semua kesaahan yang dilakukan di musim yang lalu akan bisa diperbaiki. Pengalamannya yang sudah berjalan lama di Liga Inggris akan memainkan peran besar dalam membantu tim ini mengatasi masalah mereka yang sudah menahun. Tapi The Reds tidak bisa berbuat banyak ketika mereka langsung dihadapkan dengan Paris Saint-Germain. Dengan profil dan keuangan yang berbeda jauh, Paris Saint-Germain dengan mudah menjadi klub yang lebih unggul dalam persaingan ini. Dari awal nama PSG muncul, The Reds langsung paham kalau peluang mereka untuk mendapatkan pemain ini akan semakin tipis.
Pembicaraan memang tetap dilakukan. Sampai ada keputusan akhir, mereka terus melakukan negosiasi. Tapi mereka juga sadar kalau menaruh harapan terlalu besar pada satu pemain yang peluangnya tipis untuk memilih Stadion Anfield akan terlalu berisiko. Maka Andoni Iraola langsung bergerak dengan mencari kandidat pemain alternatif. Tugas ini tidak mudah karena mereka harus melakukannya dalam waktu terbatas. Tantangan yang harus mereka hadapi terbilang ekstrem. Setelah kehilangan target utama, mereka harus bisa menemukan pemain yang bisa membangun tim ini dalam sebuah era setelah masa Mohamed Salah.
Pengalamannya sebagai pelatih di AFC Bournemouth menjadi andalan utama bagi pelatih baru. Andoni Iraola langsung menyusun strategi untuk membangun ulang tim ini demi memastikan mereka kembali menapaki jalan ke puncak. Nyaris semua bagian skuad mereka mendapat perhatian serius. Tapi bagian depan menjadi perhatian utamanya khusus untuk musim panas ini. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama, mantan pelatih Bournemouth tadi menyorot pemain muda sebagai solusi yang dibutuhkan oleh The Reds. Setelah gagal dengan proyek mereka terdahulu, pengalamannya membuat dia memilih untuk menaruh harapan pada Said El Mala. Belum ada rilis resmi dari Liverpool tentang rencana ini. Tapi yang pasti mereka akan terus mengamati perkembangannya dalam beberapa minggu ke depan.
Targetkan Said El Mala Gantikan Yan Diomande
Informasi yang beredar di tengah media mengindikasikan kalau Liverpool saat ini sedang mengamati perkembangan pemain FC Koln tadi. Tapi sampai detik ini, mereka belum mengambil keputusan signifikan. Belum ada keputusan kalau penawaran konkret akan mereka masukkan di musim panas tahun ini atau memilih untuk menunggu sampai paling cepat tahun depan.
Bagi Andoni Iraola, pemain muda sepertinya akan menjadi arah baru perkembangan Liverpool. Pengalamannya mengembangkan Bournemouth membuatnya paham kesalahan The REds. Di matanya, gelandang FC Koln tadi punya potensi besar. Pemain berusia 19 tahun ini menunjukkan bakatnya selama bermain di Bundesliga. Hanya ada 34 pertandingan yang dia dapatkan dari timnya. Tpai dari semua pertandingan ini, dia sudah memberi mereka 13 gol. Kontribusinya meningkat dengan tambahan 4 asist. Sementara dari 34 gol yang dia dapatkan, ada 20 pertandingan yang dia mainkan langsung dari menit pertama.
Rasa kagum dari The Reds muncul karena alasan yang kuat. Tapi beberapa sumbe rkami mengindkasikan kalau mereka saat ini masih memandang El Mala sebagia kandidat jangka panjang. Belum ada kebutuhan mendesak dari Iraola untuk langsung menariknya saat ini. Kemungkinan lain yang bisa merkea pertimbangkan adalah memberikan kontrak seperti yang merkea lakukan dengan Giorgi Mamardashvili. Mereka bisa saja menariknya datang sekarang, tapi akan langsung melegonya pergi sementara ke tempat lain. Disana mereka akan memperhatikan perkembangannya. Jika waktunya tiba, mereka bisa menariknya kembali.
Untuk sekarang, Liverpool lebih memilih bersifat pasif. Belum ada pembicaraan signifikan yang mereka buka dengan FC Koln. The Reds sampai sekarang masih mengutamakan upaya untuk mendapatkan pemain depan yang bisa langsung bermain. Mereka mengincar pemain yang tak butuh waktu adaptasi lama, upaya untuk menekan dampak kepergian Mohamed Salah.
Apakah Langkah Liverpool Tepat?
Ada banyak pertimbangan yang membuat Liverpool akhirnya memilih untuk menarik diri dari rencana mereka dengan Yan Diomande. Faktor harga juga berperan. Valuasinya mencapai angka 100 juta poundsterling, jelas sangat tinggi bahkan bagi Liverpool sekalipun. Daripada harus menggemborkan uang sebesar ini untuk satu pemain, mereka lebih memilih El Mala yang jauh lebih terjangkau. Sebagai perbandingan, mereka bisa mendapatkannya dengan hanya 42 juta poundsterling saja. Angka ini jauh lebih kecil padahal statistiknya di Jerman juga tidak kalah menarik.
Kontribusinya untuk gol mencapai 17 kali, tak jauh berbeda dengan Yan Diomande yang mencetak 20 gol. Namanya semakin menarik setelah dia mencapai titik ini meski mendapat kesempatan tampil yang lebih sedikit dan bermain untuk tim yang tak terlalu diunggulkan. Perbedaan yang paling mencolok adalah tingkat efisiensi dan produktivitas dari dua pemain ini, ketika usia El Mala baru 19 tahun.
Memang ada perbedaan yang mencolok. Yan Diomande telrihat siap untuk menjadi fokus utama dari bagian depan tim yang mendapatkannya. Tapi El Mala sekarang masih sebatas pemain dengan potensi besar, yang tak bisa langsung bermain. Pelatih FC Koln, Lukas Kwasniok, percaya kalau pemain muda ini ditakdirkan untuk berkembang signifikan asalkan timnya tahu cara mengulik kemampuannya.
Untuk Liverpool, skenario terbaik mereka adalah mendatangkan gelandang yang bisa menggantikan performa Salah saat itu juga. Mereka bisa mempertimbangkan Bradley Barcola untuk kebutuhan mendesak. Tapi untuk El Mala, mereka lebih tepat menempatkannya untuk bantuan jangka panjang.