Turnamen-turnamen sepakbola di seantero Eropa akan segera berakhir dalam waktu dekat. Sambil menjalani waktu istirahat, tim-tim akan diberikan waktu untuk melakukan penyegaran pemain. Berbeda dengan musim dingin, waktu kali ini akan lebih panjang, bisa digunakan untuk mendapatkan pemain dengan lebih leluasa. Mendapatkan momen seperti ini ibarat periode emas bagi tim-tim sepakbola. Semua evaluasi yang sudah mereka bangun akan menjadi bekal untuk mencari pemain lain yang lebih kompeten. Bagi Leeds United, hal persis semacam ini yang sedang mereka lakukan. Tak mau hanya belajar dari pengalaman mereka, tapi tim ini juga melihat perkembangan tim lain dan pemainnya. Setelah melalui beberapa pertimbangan, mereka cukup yakin kalau Axel Disasi dari Chelsea adalah jawaban yang tepat.
Leeds United Incar Axel Disasi
Leeds United sedang menanti hari pertama bursa transfer untuk dibuka. DI hari pertama ini, merkea akan langsung bergerak cepat mengamankan pemain yang masuk dalam rencana mereka untuk musim panas. Ada beberapa kriteria yang mereka terapkan sebelum mengincar pemain. Menggunakan semua kriteria ini, mereka percaya kalau bek asal Chelsea, Axel Disasi, memiliki kemampuan yang mereka perlukan.
Di usia yang baru 28 tahun, pemain ini harus mengalami masa-masa yang cukup sulit. Ketika masih bersama Enzo Maresca, hanya ada sedikit pertandingan yang pernah dia jalani bersama pemain Chelsa yang lain. Masa tugasnya semakin memburuk di musim ini. Ketika musim baru tiba, pelatih Chelsea waktu itu tidak membiarkan pemain ini untuk mendapatkan kesempatan bermain seperti pemain The Blues yang lain. Rencana mereka kemudian terungkap. Ketika bursa dibuka, The Blues memilih untuk menempatkannya di bulan Januari lalu ke tim lain. Merasa kemampuannya bisa lebih baik dimanfaatkan di tempat lain dan berkembang disana, Chelsea mengarahkan pemainnya ini untuk bergabung sementara di West Ham United.
Axel Disasi dengan cepat melesatkan karirnya sebagai pemain dengan peran signifikan di tim ini. Bersama mereka, dia bermain selama 90 menit penuh dalam setiap dari 11 pertandingan terakhir yang mereka jalani di Liga Primer Inggris. Bersama pemain West Ham yang lain, dia memainkan kontribusi yang cukup besar untuk membantu tim Nuno Espirito Santo menghindari zona degradasi. Sampai sekarang tim ini terus berjuang untuk memastikan kalau mereka tetap beruntung untuk tetap bisa bertahan di EPL. Kalau gagal dan tetap berada di 3 peringkat terbawa, mereka dipastikan akan meluncur jatuh ke Championship, dimulai dari musim yang baru.
Menanti Nasib West Ham
Tapi sekarang, nasib yang akan mereka hadapi sudah sama sekali berbeda. West Ham sudah tidak bisa lagi menyangkal kalau musim depan mereka akan kembali harus berjuang dari bawah. Semua langkah dan upaya yang mereka lakukan untuk tetap bisa bertahan di Liga Primer Inggris dipastikan tidak akan bisa memberikan dampak yang mereka harapkan. Menjelang pertandingan pada hari Minggu yang akan datang melawan Arsenal, tim ini sekarang hanya tinggal menunggu waktu keteika nasib mereka diumumkan. Tim ini tak bisa berbuat banyak dengan peringkat mereka di posisi 18 pada turnamen yang mereka ikuti. Posisi mereka tidak berbeda jauh dengan Tottenham Hotspur. Dua tim ini hanya terpisah 1 poin dengan Spurs berada dalam kondisi lebih unggul.
Sampai sekarang, West Ham tidak punya opsi atau kewajiban untuk meningkatkan status pemain Chelsea ini di sisi mereka menjadi pemain permanen. Sementara kalau mereka tersingkir ke Championship, maka kemerosotan ini akan menyingkirkan segala bentuk peluang mereka untuk mempertahankan pemain asal Perancis ini. Daripada harus bertahan bersama mereka, pemain ini akan lebih mungkin untuk memilih tempat bermain yang baru. Dia akan lebih memilih tempat yang bisa memberikan kesempatan lebih baik, terutama ketika semua pemain sekarang berharap untuk bisa mendapat tempat di timnas masing-masing untuk Piala Dunia.
Percaya Diri dengan Proyek Axel Disasi
Axel Disasi harus mengakui kalau musim sekarang menjadi periode ketika dia harus banyak belajar. Profil sebagai pemain Chelsea tidak banyak membantunya, bahkan ketika dia diarahkan ke West Ham United untuk membantu mereka. Peringkat mereka yang merosot tajam membuatnya akan terpaksa untuk kembali ke tim induk, kemungkinan besar pada musim panas tahun ini. Belum ada jaminan tentang apa yang akan terjadi dan menunggunya di sana. Tapi sekarang Chelsea berada dalam fase transisi. Sejak ditinggalkan oleh Liam Rosenior, mereka masih mengandalkan kemampuan dari Calum McFarlane untuk mengendalikan tim. Tugasnya akan segera berakhir ketika musim berakhir. Artinya, mereka akan segera kembali melakukan transisi kepada pelatih baru. Sampai saat ini belum ada informasi tentang pelatih baru yang akan meneruskan tugas dari McFarlane. Tapi siapapun pelatih baru yang mereka pilih nanti, peamin ini bisa saja mengaktifkan kembali karirnya di Stamford Bridge.
Tapi semuanya masih bisa terjadi. Kalau memang pelatih baru tidak menganggap kehadirannya penting untuk membangun tim sesuai arahan yang baru, dia bisa saja dialihkan ke tempat lain. Sampai sekarang opsi ini tidak bisa dikecualikan. Kemunculan opsi ini langsung dimanfaatkan oleh beberapa tim. Setidaknya sampai saat ini ada beberapa tim yang mencoba untuk memanfaatkan perubahan situasi ini dan Leeds United tampil dalam barisan yang paling depan.
Leeds United sempat berencana untuk memindahkannya ke Elland Road di bulan Januari tahun ini. Tapi kesempatan mereka langsung terputus oleh West Ham yang bisa memberikan penawaran lebih baik. Tapi gagal di bulan Januari tak langsung memutus harapan mereka. Leeds United rupanya masih terus memperhatikan pemain ini, termasuk sejak bergabung ke West Ham United.
Sekarang mereka sudah belajar dari semua kesalahan dan langkah yang gagal di bulan Januari. Kabar yang berhembus menunjukkan kalau Leeds United sekarang jauh lebih percaya diri kalau mereka akan jauh lebih beruntung dengan Axel Disasi. Kalau berhasil, mereka akan menempatkannya untuk menggantikan Sebastiaan Bornauw yang sudah semakin jarang tampil dalam 2 musim terakhir.
Pemain dalam skuad Daniel Farke sampai sekarang masih terus berjuang untuk bisa mengamankan tempat mereka di EPL. Tapi belum pernah ada tim lain yang tersingkir dari EPL dengan total poin yang mereka dapatkan seperti sekarang, 43 poin. Kalau mereka terus berusaha, ada peluang kalau tim ini akan bisa aman seandainya mereka berhasil menyamai atau mengungguli hasil dari permainan West Ham United di minggu 36. Sebagai pengingat, Chelsea mengeluarkan dana 38.9 juta poundsterling ketika mereka mendatangkannya dari Monaco di tahun 2023 lewat. Sejak hari pertama bergabung dengan mereka, pemain asal Perancis ini telah mencetak 5 gol. Statistiknya semakin manis berkat 2 asist yang juga diberikannya bagi mereka. Semuanya dia berikan dalam 61 pertandingan yang menghias rekam jejaknya bersama tim ini.
Axel Disasi bukan satu-satunya pemain bek tengah kelahrian Perancis yang bisa akan segera meninggalkan Stamford Bridge. Mantan rekan setimnya di tim nasional Monaco, Benoit Badiashile, juga bisa menempuh langkah yang sama. Kerjanya yang menurun di Stamford Bridge membuat pemain ini berharap bisa menemukan tempat lain yang bisa lebih menghargai kemampuannya.
The Blues paling tidak belum menargetkan untuk melepaskan banyak pemain seperti yang mereka lakukan pada musim panas yang lewat. Tapi beberapa pemain seperti Marc Guiu, David Fofana, Tyrique George, sampai Nicolas Jackson mungkin harus mereka antisipasi. Plaing tidak akan ada satu dari mereka semua yang berharap bisa menemukan kesempatan untuk berkembang di tempat baru.
Kalau benar para pemain ini pergi, fenomena ini akan membentuk jalan bagi Chelsea untuk mendatangkan pemain pengganti. Masing-masing pos akan ditinjau sebelum The Blues mengambil keputusan tentang nama yang akan mereka incar, di luar pertimbangan aspek finansial.